Dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “ Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah mengutusku adalah seperti air hujan yang turun ke tanah. Diantaranya ada tanah yang subur yang dengan mudah menyerap air dan menumbuhkan rerumputan dan tanaman yang banyak. Ada juga tanah yang tandus yang menahan air sehingga orang-orang bisa memanfaatkannya; untuk diminum, mengambilnya untuk memberi minum (ternak mereka), dan mempergunakannya untuk menyiram tanaman. Ada juga tanah yang keras, yang tidak dapat menahan air dan tidak pula dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikianlah perumpamaan orang yang memahami agama Allah, lalu dia mengambil manfaat dari apa yang dengannya Allah mengutusku, maka dia pun belajar dan mengajarkannya; dari sisi lain ada perumpamaan orang yang tidak mau mengambil manfaat darinya, serta orang yang sama sekali tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.”( Muttafaq’alaih )

Membaca hadits diatas membuatku mengaca, dimanakah posisiku saat ini ?. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab tetapi aku sadar bahwa aku masih jauh dari perumpamaan yang pertama. Akan tetapi, aku tidak akan berhenti berusaha karena ” Aku ingin menjadi yang 1 “.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat “

Malik bin Dinar: “ Orang berilmu jika ia tidak mengamalkannya, maka akan hilang kharisma dari hatinya, bagai hilangnya embun diatas batu.”( Shifatush shafwah,III/283)

Advertisement