October 2007


Abu Hasan Erik Madyo Putro. Sebenarnya kedua orang tua saya menamakan saya Erik Madyo Putro saja. Erik adalah sebuah nama, madyo berarti tengah, dan putro berarti anak. Seandainya diartikan Erik, anak yang berada di tengah, tentu tidak tepat karena saya adalah anak yang pertama Mungkin lebih baik diartikan Erik, anak yang mempunyai sifat pertengahan antara berlebih-lebihan dan meremehkan ( agak maksa dikit). Hasan adalah nama pemberian sahabat sekaligus kakak angkat saya yang mempunyai arti baik. Saya lahir pada hari kamis di sebuah rumah sakit di Jogjakarta. Alhamdulillah saya terlahir dari kedua orang tua yang penuh dengan kasih sayang. Orang tua saya hidup bersahaja, sederhana, dan tidak berlebih-lebihan. Waktu masih kecil, saya sering berpisah dengan bapak yang bekerja di luar Jawa. Akan tetapi, alhamdulillah sekarang sudah berkumpul kembali. Semoga Allah senantiasa merahmati mereka berdua.

 

(more…)

 

Dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “ Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah mengutusku adalah seperti air hujan yang turun ke tanah. Diantaranya ada tanah yang subur yang dengan mudah menyerap air dan menumbuhkan rerumputan dan tanaman yang banyak. Ada juga tanah yang tandus yang menahan air sehingga orang-orang bisa memanfaatkannya; untuk diminum, mengambilnya untuk memberi minum (ternak mereka), dan mempergunakannya untuk menyiram tanaman. Ada juga tanah yang keras, yang tidak dapat menahan air dan tidak pula dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikianlah perumpamaan orang yang memahami agama Allah, lalu dia mengambil manfaat dari apa yang dengannya Allah mengutusku, maka dia pun belajar dan mengajarkannya; dari sisi lain ada perumpamaan orang yang tidak mau mengambil manfaat darinya, serta orang yang sama sekali tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.”( Muttafaq’alaih )

Membaca hadits diatas membuatku mengaca, dimanakah posisiku saat ini ?. Pertanyaan yang sulit untuk dijawab tetapi aku sadar bahwa aku masih jauh dari perumpamaan yang pertama. Akan tetapi, aku tidak akan berhenti berusaha karena ” Aku ingin menjadi yang 1 “.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat “

Malik bin Dinar: “ Orang berilmu jika ia tidak mengamalkannya, maka akan hilang kharisma dari hatinya, bagai hilangnya embun diatas batu.”( Shifatush shafwah,III/283)

 

Akhir kehidupan manusia di Dunia

Kita dikagetkan oleh para jenazah yang datang melintas

Namun kita main-main tatkala jenazah itu sudah pergi tanpa bekas

Seperti takutnya segerombolan kambing dari serangan serigala

Serigala pergi, merekapun kembali lagi besuka ria

 

Pada tahun ajaran pertama, aku masih tinggal bersama ayahku. Dalam sebuah lingkungan yang baik. Sekembali dari berdagang di akhir malam, aku mendengar ibuku berdo’a.

Aku juga mendengar do’a ayahku dalam shalatnya yang panjang. Aku sampai berdiri termangu melihat betapa panjang shalatnya., terutama ketika aku sedang enak-enak tidur dimusim dingin yang amat menggigit…

Aku terheran memandang diriku sendiri: betapa sabarnya ia melakukan itu setiap hari.Sunggh amat menakjubkan.

Aku belum menyadari bahwa perbuatan itu adalah kesenangan seorang mukmin.Itu adalah shalat orang–orang pilihan. Mereka biasa meninggalkan pembaringan demi bermunajat kepada Allah.

(more…)